Monday, December 2

..melegakan hati..

Bagi sebagian orang, mungkin mereka akan bilang kalau gue baru saja melepaskan kesempatan yang begitu bagus untuk mempromosikan diri. Tapi buat gue pribadi, apa yang baru gue lakukan merupakan keputusan yang tepat dan sangat melegakan hati.

Jadi begini ceritanya, bulan lalu, gue ditelepon sama seseorang yang perusahaannya menjadi sponsor suatu tayangan di stasiun TV swasta, yang program tayangannya mengangkat profil wanita inspiratif dan selalu tayang di Sabtu pagi. Ketika dia menelepon dan bertanya mengenai gue dan kegiatan sosial gue, ya gue jawab apa adanya. Tak tahunya, 2 minggu kemudian, dia telepon lagi dan bilang kalau mereka mau mengangkat profil gue sebagai salah satu wanita inspiratif di acara tersebut. Ya, mereka mau menjadikan gue narasumber di acara tersebut. Sontak gue kaget. Bukan kaget karena senang, tapi kaget karena gue sendiri tidak pernah menganggap gue sudah sampai di titik bisa memberikan inspirasi ke orang lain. Saat itu gue mengiyakan saja apa maunya mereka walau hati kecil ini tetap belum bisa menerima kalau gue sedemikian inspiratifnya di mata mereka.

Seharusnya, di minggu ke-3 bulan November, ada pengambilan gambar dari kru TV-nya. Tapi karena mereka belum siap, jadinya diundur dan mereka tidak memberitahu kapan akan mengatur ulang jadwal pengambilan gambar. Ternyata, masuk minggu ke-4, gue mendapat beberapa pekerjaan yang sangat menyita waktu, membuat gue terjaga hingga pukul 2 pagi dan hanya tidur sekitar 4 jam. Di tengah-tengah minggu ke-4 itu, mereka meminta gue untuk meluangkan waktu untuk pengambilan gambar. Jujur gue keberatan atas permintaan mereka yang mendadak dan gue bilang kalau gue baru bisa melayani permintaan mereka di minggu ke-3 Desember.

Singkat cerita, sore ini, salah satu dari kru TV mengirimkan gue email mengenai apa yang ingin mereka rekam dalam gambar. Setelah gue pelajari dan pertimbangkan dengan matang, gue akhirnya memutuskan untuk mundur sebagai narasumber. Ada banyak alasan, yaitu pekerjaan yang menyita waktu; persiapan CTB ke Gunung Kidul mulai dari cari dana, beli buku, beli perlengkapan; koordinasi yang harus dilakukan dengan teman-teman Lebah karena permintaan dari kru TV tersebut, dan yang terakhir, tanggung jawab moral yang akan gue pikul apabila gue muncul di TV.

Pada dasarnya, apa yang gue lakukan dalam berkegiatan sosial ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. Gue hanya menjalani apa yang gue senangi dari dulu. Gue senang anak kecil, senang ketika melihat mereka senang, senang bertemu orang-orang dengan berbagai macam karakter yang memiliki beragam pengalaman hidup dan yang pasti, gue senang karena semuanya membuat jiwa gue makin kaya.

- sekian cerita sore ini, mari kembali bekerja -
Share/Bookmark

No comments:

Post a Comment